"Kalau subsidi listrik tahun ini hanya Rp 64,97 triliun, dikhawatirkan pembangkit listrik PLN yang menggunakan BBM tidak bisa beroperasi seiring tingginya harga minyak dunia," kata Agus seusai Penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahunan Pajak 2011 oleh Presiden, Wakil Presiden, Pejabat Tinggi Negara dan Pejabat Negara Tahun 2012, di Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Senin (19/3/2012).
Menurut Agus, tingginya harga minyak dunia tersebut mampu ditekan PLN apabila anggaran pembelian gas sebesar Rp 8,28 triliun untuk menyikapi penurunan pasokan gas yang semula 372,5 TBTU menjadi 351,5 TBTU disetujui DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus mengharapkan beberapa proyek Pembangkit listrik PLN bisa segera terselesaikan mulai dari pembangkit listrik di Jakarta dan Sumatera serta penyelesaian proyek 10.000 Mega Watt.
"Proyek Pembangkit PLN seperti di atas Jakarta, di atas Sumantera segera selesai agar bisa segera terjadi transisi, kemudian proyek 10.000 MW segera selesai," ujarnya.
Sementara Agus kembali menegaskan, kebijakan kenaikan BBM tujuan utamanya tidak lain untuk mengamankan defisit anggaran yang saat ini diata 3% menjadi 2,2%.
"Itu tujuan utama kita yakni menurunkan defisit anggaran menjadi 2,2%. ini juga terkait dampak fiskal kita juga dimata dunia, untuk itulah skenario menaikan harga BBM bisa menurunkan defisit anggaran," tutup Agus.
(rrd/dru)











































