Warga di Perbatasan Sudah Biasa Beli BBM Rp 10.000/Liter

Warga di Perbatasan Sudah Biasa Beli BBM Rp 10.000/Liter

- detikFinance
Senin, 19 Mar 2012 17:16 WIB
Warga di Perbatasan Sudah Biasa Beli BBM Rp 10.000/Liter
Samarinda - Rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menjadi Rp 6.000/liter memang banyak ditolak oleh sebagian masyarakat. Namun disisi lain ada sebagian warga Indonesia di kawasan perbatasan dengan Malaysia justru sudah biasa dengan harga BBM hingga Rp 10.000/liter.

Warga Nunukan, Fahrurozi, ketika dihubungi detikFinance, Senin (19/03/2012) warga di wilayahnya sudah lama membeli BBM asal Malysia karena terbatasanya bensin premium produksi Pertamina.

Ia menuturkan meski harga BBM setara premium eceran asal Malaysia mencapai Rp 10.000 per liter, namun harga demikian tidak begitu memberatkan masyarakat. Bagi mereka, yang penting pasokan BBM tidak mengalami kelangkaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau pun di sini ada premium Pertamina dijual eceran, harganya Rp 9.000 per liter. Itu pun sulit kita temukan premium Pertamina di sini," ujar Fahrurozi.

"Bensin (BBM Premium) Malaysia ada warna kebiruan, hijau dan kekuningan seperti Pertamina. Punya Malaysia, kualitasnya lebih bagus dari Pertamina. Ciri khasnya, bensin Malaysia lebih mudah menguap ketimbang Pertamina," katanya.

Dihubungi terpisah, kenyataan itu juga dibenarkan Camat Sebatik Barat Burhanuddin, yang tercatat membawahi warga 6.774 jiwa. Menurut Burhanuddin, UPMS (unit pemasaran) di Pulau Sebatik hanya ada di Sebatik Timur, yang juga mendapatkan pasokan premium Pertamina secara terbatas dari Nunukan.

"Di sini, kelangkaan premium tidak terlalu terasa karena selalu ada premium dari Malaysia. Menggunakan speedboat, ke Malaysia cukup ditempuh 15-20 menit dari Sebatik Barat," kata Burhanuddin.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads