Warga Nunukan, Fahrurozi, ketika dihubungi detikFinance, Senin (19/03/2012) warga di wilayahnya sudah lama membeli BBM asal Malysia karena terbatasanya bensin premium produksi Pertamina.
Ia menuturkan meski harga BBM setara premium eceran asal Malaysia mencapai Rp 10.000 per liter, namun harga demikian tidak begitu memberatkan masyarakat. Bagi mereka, yang penting pasokan BBM tidak mengalami kelangkaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bensin (BBM Premium) Malaysia ada warna kebiruan, hijau dan kekuningan seperti Pertamina. Punya Malaysia, kualitasnya lebih bagus dari Pertamina. Ciri khasnya, bensin Malaysia lebih mudah menguap ketimbang Pertamina," katanya.
Dihubungi terpisah, kenyataan itu juga dibenarkan Camat Sebatik Barat Burhanuddin, yang tercatat membawahi warga 6.774 jiwa. Menurut Burhanuddin, UPMS (unit pemasaran) di Pulau Sebatik hanya ada di Sebatik Timur, yang juga mendapatkan pasokan premium Pertamina secara terbatas dari Nunukan.
"Di sini, kelangkaan premium tidak terlalu terasa karena selalu ada premium dari Malaysia. Menggunakan speedboat, ke Malaysia cukup ditempuh 15-20 menit dari Sebatik Barat," kata Burhanuddin.
(hen/dnl)











































