"Kita lakukan kerja politik juga, saya juga mengajak parpol (partai politik) yang lain bersama-sama lah pemerintah untuk memulai dan menyelesaikan dengan lebih cepat karena rakyat menunggu, rakyat kita di luar kan menunggu ketok palunya. Jadi kalau naik, ya naik. Kalau nggak ya nggak," kata Jero Wacik dalam acara rapat banggar, Minggu malam (25/3/2012)
Jero berharap tidak perlu ada voting di rapat paripurna DPR-RI tanggal 27 Maret 2012 nanti terkait meminta persetujuan DPR soal kenaikan BBM. Ia berharap sebaiknya keputusan itu bisa diselesaikan di tingkat banggar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan sekarang situasi harga minya dunia sudah gawat sehingga harus ada kenaikan harga BBM subsidi. Namun kenyataany dalam UU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 ada pasal (7 ayat 6) yang menyebutkan pemerintah di 2012 tidak boleh menaikkan harga BBM.
"Nah sehingga pasal itulah yang mengunci sehingga harus dilakukan dengan cara mengusulkan APBN Perubahan, ini yang sekarang sedang berproses, tidak boleh langsung menaikkan begitu, karena kalu langsung menaikkan, pemerintah melannggar undang-undang," katanya.
Jero menyadari kekuatan politik di DPR saat ini penuh kepentingan terkait permintaan pemerintah untuk menaikan harga BBM. Namun pemerintah komitmen akan menyelesaikan ini dengan proses yang tak melanggar undang-undang.
"Agak alot memang, karena banyak kepentingan ada 9 parpol semua memeliki aspirasi harus didengar semua, karena beliau beliau itu mewakili rakyat harus didengarkan harus dikombinasikan, nah ini lah yang membuat semua menjadi alot. Saudara tahu tadi malam kami sampai jam 4 pagi sampai subuh, memang poinnya harus sabar," katanya.
(hen/wep)










































