Takut 'Diserbu', Kantor Jero Wacik Dijaga TNI dan Polri Bersenjata

Takut 'Diserbu', Kantor Jero Wacik Dijaga TNI dan Polri Bersenjata

- detikFinance
Senin, 26 Mar 2012 12:23 WIB
Takut Diserbu, Kantor Jero Wacik Dijaga TNI dan Polri Bersenjata
Jakarta - Maraknya aksi demonstrasi menjelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menjadi Rp 6.000 per liter yang saat ini terus digodog di Badan Anggaran (Banggar) DPR dan Pemerintah, membuat beberapa kantor-kantor pemerintahan khususnya di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) di jaga ketat aparat keamanan mulai dari Kepolisian sampai TNI bersenjata laras panjang.

Dari pantauan detikFinance sejak pukul 10.00 WIB penjagaan di Kantor Jero Wacik, Kementerian ESDM Jalan Medan Merdeka Selatan sudah dipenuhi aparat keamanan. Berbagai sudut kantor sudah dipenuhi aparat keamanan, mulai dari parkir kendaraan, pintu masuk kantor, yang jelas hampir semua sudut kantor tersebut.

Bahkan saat ini bagi tamu yang ingin masuk ke dalam kantor KESDM, harus masuk melalui pintu belakang. Dan entah ada hubungannya, acara presconpers Menteri ESDM, yang juga didampingi Wakil Menteri ESDM, BP Migas, BPH Migas dan Ekonom Anggito Abimanyu pada pukul 11.00 mendadak dibatalkan sampai waktu yang tidak ditentukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya kita stanby berjaga-jaga saja, infonya sih akan ada demo juga di kantor ini," kata salah satu anggota Brimob yang berjaga ketika ditanyai detikfinance perihal banyaknya aparat keamanan, Senin (26/3/2012).

Menurut anggota Brimob yang tidak berkenan namanya disebutkan, satuannya yang menjaga kantor ESDM berjumlah lebih dari 200 aparat, itu belum termasuk ratusan aparat TNI.

Sebelumnya juga, dibeberapa tempat seperti di depan Kantor Gubernur DKI Jakarta, Kantor Bank Indonesia dan dikawasan Hotel Indonesia sedang terjadi demontrasi khususnya menolak kenaikan harga BBM. Yang juga tidak lepas dari keamanan kepolisian dan TNI.

(rrd/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads