Kepala BP Migas R. Priyono mengatakan, untuk renegosiasi harga gas Tangguh akan dimulai pada semester II-2012. Ia menuturkan renegosiasi ini akan lebih banyak melalui pembicaraan government to government (G to G).
"Saya dengar hasil dari kunjungan Presiden kesana sudah ada green light (lampu hijau) dari pemerintah sana (China), secara kontrak 2012 ini sudah mulai bicara," ujar Priyono saat ditemui di Ballroom Hotel Kempinski Jakarta, Jumat (30/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tangguh ini pada tahun 2013 sudah balik modal. Capital cost sudah balik, sudah masuk US$ 300 juta. Jadi, ada penerimaan negara pada 2013 dari Tangguh. Ini bisa lebih dari US$ 300 juta kalau renegosiasi selesai," tandasnya.
Saat ini harga gas alam cair (LNG) dari Lapangan Tangguh yang dikirim ke Fujian, Cina, hanya US$ 3,5 per MMBTU. Angka ini jauh di bawah harga pasar saat ini yang mencapai di atas US$ 15 per MMBTU.
(nia/hen)











































