Tak ayal, beberapa bulan belakangan banyak sekali mobil mewah yang terlihat 'nangkring' dalam antrean pengisian mobil premium.
Hal tersebut merupakan sebuah fenomena yang ternyata cuma terjadi di Indonesia saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Arif, orang menengah dan kaya ini pada dasarnya menginginkan harga-harga BBM yang lebih terkendali dan stabil. Karena kelas menengah maupun kaya di RI ini sebenarnya rapuh dan semu.
"Sangat mudah turun peringkat karena adanya shock ekonomi. Hal ini diakibatkan oleh sebagian dari mereka berpendapatan tetap dan wiraswasta kelas UKM," ungkap Dia.
"Harusnya pemerintah melihat fenomena ini untuk merubah haluan kebijakan ekonominya, soal BBM hanyalah gunung es dari sejumlah persoalan harga-harga barang di Indonesia yang secara nyata sudah tidak dapat lagi dikontrol oleh pemerintah," tegas Arif.
Saat ini tingginya harga pertamax, sambung Arif kecenderungannya pemerintah dalam mengendalikan harga mengikuti selera kekuatan kapital. Untuk merubah ini memang dibutuhkan leadership yang kuat dan memiliki komitmen yang konsisten.
"Kalau tidak kita hanya terombang ambing di tengah lautan globalisasi ekonomi," tutup Arif.
(dru/dnl)











































