Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengusulkan agar SPBU menjual bahan bakar baru yakni premix beroktan 90 (RON 90).
"Kan, ada orang berpikir, mau pakai BBM non subsidi tapi harganya terlalu tinggi, tapi kalau pakai BBM bersubsidi tidak tega makan subsidinya terlalu besar. Maka kenapa kita tidak memberikan pilihan di tengahnya, yakni campuran antara BBM bersubsidi dan non subsidi, harganya di tengah," kata Widjajono di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Rabu (4/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia yakin alternatif bahan bakar ini akan diterima masyarakat. "Karena selama ini kan sudah banyak orang yang mencampur pertamax dengan premium, biar bahan bakarnya tidak terlalu jelek. Artinya pasarnya kan ada, jadi kenapa tidak," ujarnya.
Widjajono bilang, ide ini baru sebatas pemikirannya dalam belum ada tindak lanjut kepada Pertamina. "Kalau ditanya kapan, ya belum tahu, ini baru ide, belum ngomong sama Pertamina, saya ngomong dulu ke wartawan, nanti biar wartawan yang nanya ke Pertamina," ucapnya.
Namun dirinya yakin, kalau pemerintah memerintahkan Pertamina untuk buat premix dengan RON 90 bisa segera dilaksanakan.
"Kalau diperintahkan, besok bisa, tapi perlu waktu juga, tapi tidak susah, kan Pertamina punya premium, pertamax, pertamax plus, apa susahnya sih tinggal di-blend (dicampur)," tukas Widjajono.
(rrd/dnl)











































