Sepanjang 2011 lalu, pemerintah menyatakan mobil pribadi menggunakan BBM subsidi dengan nilai Rp 77,9 trilun. Anggaran subsidi BBM di 2011 tembus lebih dari Rp 165 triliun.
Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Suroyo Alimoeso menyatakan tingkat konsumsi BBM subsidi mobil mewah akan tambah parah dengan tingginya harga BBM non subsidi (Pertamax cs) yang saat ini tembus Rp 10.200 per liter. Ini menyebabkan masyarakat berpindah menggunakan bensin subsidi.
"Tahun 2011 target subsidi BBM sebesar Rp 129,7 triliun, kenyataannya realisasi mencapai Rp 165,2 triliun atau 127,4%," ujar Suroyo dikutip dari situs Kementerian ESDM, Senin (9/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dirupiahkan, angkutan umum hanya kebagian sekitar Rp 4,1 triliun dan mobil barang Rp 5,9 triliun.
"Sedangkan sepeda motor habiskan Rp 58,8 triliun dan mobil pribadi menguras APBN Rp 77,9 triliun. Total kendaraan pribadi (mobil dan motor) menguras APBN 2011 sebesar Rp 136,7 triliun," tegas Suroyo.
BBM bersubsidi menurut Suroyo saat ini dinilai masih belum tepat sasaran, karena itu perlu untuk dikaji kembali agar bisa membuat kemaslahatan yang lebih baik kepada masyarakat dan rakyat Indonesia.
"Alangkah lebih bermanfaatnya subsidi yang besarnya mencapai Rp 137 triliun dipergunakan untuk meningkatkan taraf pendidikan dan kesehatan masyarakat di pedesaan, bukan dinikmati oleh pemilik kendaraan Alphard dan sejenisnya," tukas Suroyo.











































