Ide Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo soal penjualan bensin jenis premix RON 90 tak mungkin dilakukan tahun ini. Karena penerapannya bakal rumit.
Hal ini disampaikan oleh Dirjen Migas Evita Herawati Legowo usai membuka forum Deep Offshore di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (11/4/2012).
"Premix itu salah satu ide tapi bukan opsi yang akan dipilih untuk melakukan pengendalian BBM subsidi dan ide tersebut tidak mungkin bisa diberlakukan tahun ini," kata Evita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak mungkin tahun ini karena ada unsur BBM bersubsidi karena katanya premix campuran antara BBM subsidi dan non subsidi, kalau yang namanya subsidi keluarnya volume diteliti betul. Dan rumit karena harus mempersiapkan infrastuktur lagi," ujar Evita.
Sebelumnya, Widjajono mengusulkan agar BBM bersubsidi dapat dikendalikan akan ada bahan bakar baru yakni Premix RON 90 dengan harga Rp 7.250 per liter.
"Premix merupakan campuran antara premium (BBM bersubsii) dan Pertamax ( BBM non Subsidi) 50 : 50," kata Guru Besar Universitas Indonesia (UI) ini beberapa waktu lalu.
(rrd/dnl)











































