Dituding Bohong Kekurangan Gas, Ini Jawaban PLN

Dituding Bohong Kekurangan Gas, Ini Jawaban PLN

- detikFinance
Kamis, 12 Apr 2012 12:27 WIB
Dituding Bohong Kekurangan Gas, Ini Jawaban PLN
Jakarta - PT PLN (Persero) menjawab tudingan pihak Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) yang menyatakan PLN berbohong soal sulitnya mendapatkan pasokan gas.

Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto mengatakan, pihaknya berterimakasih apabila mulai hari ini BP Migas dapat menambah pasokan gas ke PLTGU Priok dan PLTGU Muara Karang.

"Saat ini PLN hanya menerima pasokan sebesar 150 bbtud yaitu 30 bbtud dari PGN dan 120 bbtud dari PHE ONWJ. Kebutuhan di kedua pembangkit itu saat ini adalah 360 bbtud. Jadi tambahan sebesar 230 bbtud itu sangat diharapkan dan akan membantu PLN berhemat sampai dengan Rp 50 miliar per hari," kata Bambang kepada detikFinance, Kamis (12/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, PLN saat ini juga kesulitan pasokan gas di Riau. "Akan sangat membantu bila mulai hari ini BP Migas menyediakan pasokan gas sebesar 20 bbtud ke PLTG Teluk Lembu di Pekanbaru. Ini akan membantu PLN Pembangkitan Sumatera Utara untuk berhemat sampai dengan Rp 4 miliar per hari," kata Bambang.

Bambang mengatakan yang juga mendesak saat ini adalah kebutuhan gas di Belawan. Saat ini PLN butuh gas sebesar 140 bbtud. "Apabila PLTU Pangkalan Susu mulai beroperasi akhir tahun depan, maka kebutuhan turun menjadi 92 bbtud," jelas Bambang.

Saat ini menurut Bambang rata-rata gas yang dikirim dari Glagah Kambuna hanya 16 bbtud dari kontrak 28 bbtud. Apabila BP Migas menyediakan tambahan gas sebesar 124 bbtud ke Belawan mulai besok, maka akan membantu PLN menghemat biaya sebesar Rp 27 miliar per hari.

"Untuk Kalimantan Timur, PLN membutuhkan pasokan gas sebesar 30 bbtud untuk PLTG Tanjung Batu dan PLTG Semberah. Saat ini PLN dipasok oleh Pertamina TAC Semco sebesar rata-rata 11 bbtud saja, dari kontrak 20 bbtud. Jika BP Migas bisa menambah pasokan sebesar 19 bbtud mulai besok, maka akan membantu PLN behemat sekitar Rp 4 miliar per hari," tutup Bambang.

Sebelumnya Direktur Pengendalian Produksi, BP Migas Rudi Rubiandini mengatakan PLN berbohong soal kekurangan pasokan gas. Kurangnya pasokan gas ini menjadi alasan PLN meminta tambahan subsidi listrik Rp 40 triliun.

"Tidak benar, mereka (PLN) malah keselek (kebanyakan) gas, bohong mereka kalau kesulitan gas," tegas Rudi.


(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads