Hal itu dilakukan setelah pembangunan jaringan listrik Sumatera-Peninsular Interconnection Project selesai.
Rencana penjualan listrik ke Malaysia tersebut tentunya mengiris hati warga di daerah Sumatera, seperti di Jambi-Sumatera Bagian Utara hingga hari ini setiap tiga hari sekali lampu listrik padam hingga 24 jam penuh alias byar pet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Murniati merupakan warga yang tinggal di daerah Bungo Tebo, dimana daerah tersebut merupakan daerah pusat plasma karet dan plasma kelapa sawit.
"Didaerah kami jalan-jalan rayanya sangat mulus, namun sayangnya tidak dengan listrik, apa lagi pada saat beban meningkat, 08.00-14.00 mati lampu, nyala 14.00-18.00 nyala, jam 18.00-24.00 mati, berlanjut pada hari kedua dan hari ketiga mati 24 jam. begitu seterusnya, menderita kami karena listrik," ungkap Murniati.
Walau disebalkan dengan listrik yang byar pet,namun dirinya tidak bisa berbuat banyak, pasalnya sudah bertahun-tahun tinggal didaerah tersebut dan susah untuk pindah.
"Bungo Tebo dulunya daerah transmigran, dimana daerah yang banyak pendatang banyak mengundang rezeki, karena sudah mempunyai warung Prancangan (warung sembako)sudah cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari," jelasnya.
Hal yang sama tak jauh beda diungkapkan Renni Susilowati, warga asli kelahiran Jambi ini menganggap listrik adalah barang yang mewah baginya.
"Bayangkan mati 24 jam dalam sehari seperti tidak ada peradapan tempat tinggal saya, tahu katanya listrik di Sumatera mau dijual ke Malaysia rasanya kok tega ya," ujar Renni.
Memang diakuinya, Malaysia bagi warga Jambi bukanlah negara yang asing. "Kalau banyak orang bilang ganyang Malaysia,kami yang disini malah takut, kalau mau jahat Malaysia tinggal kasih racun di makanan kami, kenapa karena baik makanan jadi dan minuman produk-produk industri lebih banyak bahkan sangat banyak berasal dari Malaysia," tandas Renni.
Seperti diketahui sebelumnya, PLN sedang mempersiapkan proyek pembangunan jaringan Sumatera-Peninsular Interconnection Project yang diproyeksikan untuk menjual listrik ke Malaysia pada Oktober 2017.
Namun tentunya banyak syaratnya, salah satunya pasokan listrik disekitar daerah pembangkit pasokan listriknya tercukupi.
(rrd/dru)











































