"Memang beberapa peralatan di transmisi itu kan dibangun ada yang tahun 80-an ada juga pertengan tahun 80-an, nah itu kan perlu secara berkala perawatan, nah sebelum tahun 2008 biaya perawatannya kan kurang sehingga tidak terawat dengan baik waktu itu," ungkap Dirjen Ketenagalistrikan Jarman kepada detikFinance, Jumat (4/5/2012).
Namun Jarman membantah kalau minimnya perawatan fasilitas kelistrikan milik PLN karena berkurangnya anggaran subsidi listrik dalam APBN-P 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui Jakarta pada April lalu mengalami pemadaman selama 3 kali akibat rusaknya beberapa gardu milik PLN. Akibat kejadian tersebut Jarman telah mengintruksikan bawahannya untuk melakukan pengawasan insentif terhadap kinerja gardu listrik milik PLN.
"Kita kan sudah memberikan inspektur teknik ke lokasi yang kebakaran dan sekitarnya ya saya minta supaya perawatannya lebih intensif saja," tutupnya.
(hen/dnl)











































