"Tidaklah tidak mungkin seperti itu," kata Jero ketika ditemui di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (10/5/2012).
Namun jika ada bukti kapal TNI-AL ketahuan menyelundupkan BBM subsidi, kata Jero, tentunya aakan ada tindakan tegas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ditegaskan Jero, siapapun yang memang ketahuan menyelundupkan BBM bersubsidi maka harus ditindak alias ditangkap.
"Siapapun yang selundupkan (BBM Subsidi) ditangkap," tukasnya.
Sebelumnya, Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto melontarkan pernyataan yang mencengangkan. Kuntoro menyebut penyelundupan BBM di wilayah laut diduga ada keterlibatan kapal TNI-AL.
Kuntoro yang merupakan mantan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Timur Pradopo harus berani mengawasi ketat kapal-kapal TNI-AL karena diduga juga ikut melakukan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
"Kapolri harus berani lawan TNI-AL dan lain-lain," kata Kuntoro.
Menurut Kuntoro, penyelundupan BBM bersubsidi diduga kuat sering terjadi di laut, dan yang patut diduga kuat ikut melakukan juga adalah kapal-kapal dari TNI-AL.
(rrd/dnl)










































