Demikian disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (16/5/2012).
"Tahun 2013 kami masih akan melihat, kami tidak menutup tetapi tidak memastikan bahwa akan ada penyesuaian harga BBM. Hal ini biar dibahas dalam pembicaraan pemerintah dan DPR RI. Tidak menutup tetapi juga tidak memastikan ada kenaikan BBM, jadi silent," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Asumsinya US$ 100-120 per dolar. Maksud saya, memang kita masuk ke dalam record yang baru, karena harga ICP rata-rata sejak 14 tahun yang lalu hingga sekarang, baru tahun ini kita masukan asumsi US$ 100-120 per barel. Yang lalu kita masukan US$ 105 per dolar di APBN-P," paparnya.
Asumsi harga minyak yang tinggi ini, sambung Agus Marto, karena belum jelasnya kondisi Timur Tengah yang belum stabil.
"US$ 100-120 per barel ini termasuk tinggi, karena belum bisa membaca perkembangan di Timur Tengah dan harga energi ke depan," pungkasnya.
(nia/dru)











































