Bos Judi Berkumpul dalam Hajatan Tiga Hari di Macau

Bos Judi Berkumpul dalam Hajatan Tiga Hari di Macau

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Rabu, 23 Mei 2012 09:54 WIB
Bos Judi Berkumpul dalam Hajatan Tiga Hari di Macau
Macau - Para pimpinan Casino dunia akan menggelar pertemuan di Macau. Bertajuk Global Gaming Expo Asia, mereka siap merayakan hari judi selama tiga hari. Venetian, hotel termewah Macau menjadi tempat pertemuan ini.

Hajatan besar ini akan menampilkan produk-produk teranyar industri Casino, termasuk servis dan pelayanannya. Pertemuan ini dihelat ditengah kekhawatiran perlambatan ekonomi China dan potensi maraknya Casino Resort di wilayah tersebut.

Industri Casino tercatat bertumbuh dalam 10 tahun terakhir di Asia, dengan pelopornya adalah Macau, bekas wilayah jajahan Portugal. Tak tanggung-tanggung, pendapatan industri casio di Macau lima kali lebih besar dari Las Vegas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pimpinan industri Casino mengatakan, Asia memiliki ambisi besar dalam memimpin pasar judi pada tingkat regional, meski ditengah ancaman ekonomi China yang slow down.

"Ini pertama kali dilakukan pembukaan Expo di tengah momentum pernurunan pertumbuhan ekonomi China," jelas Presiden American Gaming Association, Frank Fahrenkopf selaku panitia pameran ini, seperti dikabarkan AFP, Selasa (22/5/2012).

"Tapi kami harap ini menjadi perspektif, bahwa 7,5% (pertumbuhan ekonomi China) masih cukup bagus. Jadi, saya tidak ini berdampak negatif dalam waktu dekat," tambahnya.

Pertumbuhan pendapatan industri Casino Macau dalam dua tahun ini telah jatuh. Banyak perusahaan judi Macau yang mencatatkan sahamnya di Bursa Hongkong pun ikut turun sejak akhir April.

Lembaga pemeringkat dunia, Standard & Poor's bahkan telah memberi peringkat risiko tingkat menengah untuk perusahan gaming di Asia Pasific, utamanya mereka yang beroperasi di Macau dan Singapura.

Dan saat ini, apakah China dapat menjadi tempat industri perjudian dalam satu kawasan resort, termasuk di dalamnya hotel mewah, dengan memenuhi kawasan Macau hingga Teluk Manila.

"Atas latar belakang ini, meski dengan kekhawatiran ekonomi global, seluruh stakeholder Casino berpandangan industri ini dapat terus tumbuh dengan stabil," tambahnya.

Seperti diketahui pertumbuhan ekonomi negara Tirai Bambu ini tidak secemerlang periode sebelumnya. Dimana, China hanya mencatat pertumbuhan 8,1% pada triwulan I-212 atau lebih rendah dari triwulan I-2011 yang mencatat pertumbuhan 9,7%.

Hal ini didasarkan atas dua hal, yakni permintaan dalam negeri yang menurun serta belum sembuhnya kawasan Eropa dari krisis. Eropa menjadi salah satu penggerak ekonomi dunia, dan mau tidak mau China terpengaruh akan itu. Bahkan pemerintah China hanya memprediksi pertumbuhan ekonominya 7,5% sepanjang 2012.

Dalam kondisi seperti ini, para penikmat judi di China tetap tinggi. Professor Ricardo Sui dari University of Macau berkata, orang-orang kaya China bahkan 'memasok' 70% pendapatan seluruh Casio di Macau.

"Dengan kebiasaan tingkat konsumsi macam ini, terbukti tidak mempengaruhi tabungan masyarakat di sana. Jadi, (Casino) Macau tidak terpengaruh." tutur Sui.

Aoron Fischer, analis sekaligus kepala riset game CLSA bahkan percaya casino baru yang siap berdiri di Asia akan bertumbuh dan mendorong permintaan yang lebih tinggi dari orang-orang kaya di kawasan.

"Berkaca pada industri casino Las Vegas, bahwa pembukaan casino baru diperlukan dalam melewati masa-masa krisis," tulis Sui.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads