Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Ashley Taylor mengatakan, pemerintah harus secara ketat mengawasi penyaluran BBM subsidi agar tidak membengkak dan menggerus anggaran.
"Saya pikir opportunity cost merupakan isu dan pemanfaatan dari pengeluaran subsidi yang cenderung dikonsumsi oleh kelas ekonomi atas (orang kaya)," ungkap Taylor di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua faktor yang saya maksud adalah harga dan volume konsumsi. Subsidi tergantung pada dua hal itu," tambahnya.
Sebelumnya Bank Dunia dalam publikasinya mengatakan meningkatnya jumlah anggaran subsidi untuk BBM akan mengurangi anggaran belanja publik di sektor lain. Namun hal tersebut dinilai oleh Bank Dunia tidak berpengaruh dalam waktu lama terhadap defisit fiskal jangka pendek Indonesia karena menguatnya posisi utang Indonesia.
(feb/dnl)











































