Warga Kalimantan Juga akan Blokir Batubara di Sungai Mahakam

Warga Kalimantan Juga akan Blokir Batubara di Sungai Mahakam

- detikFinance
Senin, 28 Mei 2012 16:44 WIB
Warga Kalimantan Juga akan Blokir Batubara di Sungai Mahakam
Samarinda - Setelah memblokir angkutan batubara di Sungai Barito, warga Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur (Kaltim) juga akan memblokir jalur Sungai Mahakam yang dilintasi tongkang batubara.

"Kami kasih kesempatan pemerintah pusat untuk menambah kuota BBM, sesuai tuntutan 4 Gubernur, hingga 31 Mei," kata Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Kaltim, Yunus Nusi, dalam keterangan pers kepada wartawan di Samarinda, Senin (28/5/2012) sore WITA.

Alur Sungai Mahakam yang akan diblokir adalah jalur tongkang bermuatan batubara yang melintas di bawah Jembatan Mahakam, di Kota Samarinda. Yunus menegaskan, rencana blokir itu bukanlah main-main.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak ikut-ikutan dengan saudara se-Kalimantan, di Kalimantan Selatan. Ini bentuk akumulasi dari semua tindakan diskriminasi pemerintah pusat terhadap Kalimantan," ujar Yunus.

Ia menilai kuota BBM subsidi dari pemerintah pusat dirasa tidak adil. Apalagi soal krisis energi listrik di Kaltim, di utara dan di Kutai Barat yang selama ini terus terjadi. Yunus mengingatkan gejolak seperti tak terjadi di Aceh dan Papua.

Yunus menilai, keputusan menambah 80.000 KL premium bersubsidi bagi Kalimantan seperti dalam pemberitaan beberapa hari lalu, masih sebatas rencana dan belum terealisasi.

Meski jumlah tersebut berada jauh dari tuntutan 4 Gubernur di Kalimantan yang menuntut tambahan kuota BBM 3,4 Juta KL, penambahan hanya puluhan ribu KL itu tidak akan mampu mengurai antrean panjang di SPBU.

"Pemerintah itu, hanya akan dan akan. Katanya akan menambah. Cukup sudah dengan berbagai rencana itu," ketusnya.

Yunus pun menyorot kinerja anggota DPD-RI dan DPR-RI asal Kalimantan Timur, yang tidak bisa berbuat banyak untuk memperjuangkan masyarakatnya di Kalimantan Timur.

"Kalau kepala daerah dan legislatif, tidak mampu lagi memperjuangkan Kaltim, silakan turun dari kursi kepemimpinan daerah dan legislatif," sebut Yunus.

Menurut Yunus, upaya lobi pemerintah provinsi untuk melobi pemerintah pusat tidak membuahkan hasil. Apalagi, untuk urusan energi BBM bagi masyarakatnya.

"Setiap tahun, itu kepala daerah mengeluh minimnya dana bagi hasil pusat dan daerah. Berapa yang ke pemerintah pusat, yang kembali ke daerah jauh lebih berkurang," katanya.

"Kepala daerah, sudah cukup untuk lobi melobi kesana kemari ke pemerintah pusat untuk menambah perimbangan keuangan yang timpang. Lobi tidak lagi efektif dan tekanan itu sudah dilakukan Kalteng dan Kalsel. Kaltim, tidak akan main-main untuk membuktikannya," tutupnya.

Alur Sungai Mahakam, menjadi jalur vital angkutan tongkang batubara menuju luar Kalimantan, antara lain ke Pulau Jawa. Ratusan surat Izin Usaha Pertambangan (SIUP), berada di kota Samarinda, Kutai Kartanegara dan Kutai Barat dan memanfaatkan jalur Sungai Mahakam untuk mengangkut puluhan ribu ton batubara setiap harinya.

Terkait kurangnya pasokan BBM di Kalimantan, berdasarkan pantauan detikcom siang tadi di Samarinda, sebuah SPBU di Jl PM Noor hanya menjual BBM premium dengan 1 mesin pompa dari 3 mesin pompa yang tersedia. Sedangkan SPBU di Jl KH Wahid Hasyim, justru tidak beroperasi.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads