VP Corporate Communication Pertamina M Harun menjelaskan pembelian minyak mentah impor disesuaikan dengan jenis produk yang akan dibuat oleh perusahaan pelat merah ini.
"Jadi ada yang namanya Crude Oil Management System, nanti program ini tahu mana yang memberikan margin terbaik, mana yield tertinggi nanti itu dipilih," ujarnya kepada detikFinance, Kamis (31/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi namanya cocktail crude, ini dari berbagai jenis kita campur, mana diantara campuran komposisi itu yang menghasilkan produk paling menguntungkan nanti kita ambil. Tidak bisa satu crude," jelasnya.
Dari proses tersebut, Harun menyatakan Pertamina dapat menentukan crude yang paling cocok untuk produk tersebut. Dan crude ini tidak bisa disamakan jenisnya untuk semua negara.
"Selama ini orang berpikir crude itu sama, padahal berbeda tiap negara," ujarnya.
Untuk itu, tambah Harun, jika ada yang mengatakan Pertamina sengaja mengimpor di Afrika dan melupakan minyak asal Brunei, hal tersebut tidak benar.
"Kita masih impor ke Brunei, tapi kalau dikatakan jumlahnya turun, memang itu yang telah disesuaikan dengan kebutuhan produksi," pungkasnya.
(nia/dru)











































