Menurut Bupati Kepulauan Meranti Propinsi Kepulauan Riau Irwan Nasir selama ini warganya harus membeli BBM diatas harga BBM subsidi karena BBM subsidi suplainya tak teratur. Irwan berharap wilayahnya mendapat pasokan BBM teratur.
"Makanya kita kalau ditanya harga ini bagusan subsidi. Kita tidak masalah karena kita sudah biasa menikmati harga yang jauh di atas harga keekonomian," ungkapnya sebelum menghadiri rapat dengar pendapat Asosiasi Pemerintah Kabupaten Se-Indonesia (APKASI) di Banggar DPR, Kamis (7/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kadang-kadang kapal rusak, gelombang besar itu BBM tidak tersedia. Akhirnya kita bisa beli Rp 20 ribu per liter," sambungya.
Lebih ironisnya lagi di daerah yang merupakan penghasil minyak dan gas ini, malah pasokan BBM-nya sangat tidak teratur. Sehingga untuk memenuhi pasokan BBM di daerahnya, menurut Irwan masyarakat di daerahnya kadang membeli BBM secara ilegal dengan harga Rp 10.000 per liter dari Malaysia.
"Itu diselundupkan dari Malaysia bisa sekitar Rp 10.000 per liter. Itu syukur barangnya kalau ada," tutupnya.
(hen/hen)











































