Deputi Perdana Menteri Irak Hussain Al-Shahristani memberikan kuliah umum di kantor Pertamina. Dalam pemaparannya, ia memberikan kesempatan kepada investor termasuk Indonesia untuk berinvestasi di negaranya.
"Irak memiliki cadangan minyak yang sangat besar. Yakni mencapai 143 miliar barel cadangan," katanya dalam acara Public lecture "Iraq's Contribution To The World Facing The Global Energy Challenges And Crisis, di kantor Pertamina, Selasa (26/6/2012)
Ia menuturkan walaupun terjadi geopolitical dan pasca perang, Irak saat ini sedang membuka diri seluas-luasnya kepada investor. Mereka mengundang investor untuk menanamkan investasinya khususnya dibidang perminyakan yang sangat potensial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Irak juga sedang membangun infrastruktur di berbagai kota. Infrastruktur tersebut termasuk jalan raya, pelabuhan, dan bandara," katanya.
(hen/dru)











































