Kementerian ESDM akui Indonesia merupakan negera boros energi. Pasalnya, dilihat dari jumlah rata-rata pemakaian energi, Indonesia memiliki jumlah yang lebih besar dibandingkan negara lain.
Demikian disampaikan Sesditjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Djajang Sukarna di Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (27/6/2012).
"Kita termasuk negara yang boros, elastisitas pemakaian energi kita jauh lebih besar dari negara lain," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika begini terus maka dalam 11 tahun energi kita akan habis. Apalagi pemakaian energi kita 95 % dari energi fosil padahal batubara kita banyak," jelasnya.
Selain energi fosil, lanjut Djajang, pemakaian listrik menjadi paradoks karena menurut data sebanyak 73% penduduk Indonesia sudah menikmati listrik, sedangkan 27% lagi belum bisa menikmati listrik.
"Kita termasuk negara yang tingkat ketahanan energinya lemah dan kita akan membuat satgas monitoring penghematan energi," lanjutnya.
Oleh karena itu, Djajang menyatakan pemerintah melalui kementerian ESDM mengeluarkan peraturan penghematan energi. Dari penghematan itu diperkirakan 20% untuk energi fosil dan listrik dapat dihemat, sementara terjadi penghematan air sekitar 10%.
"Listrik akan kita tekan pada minimal efisien," tandasnya.
(nia/nia)











































