Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyebutkan realisasi lifting minyak pada semester-I 2012 (periode Desember 2011-Mei 2012) rata-rata sebesar 877,3 ribu bph. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 879 ribu bph.
"Realisasi lifting minyak mentah Indonesia masih di bawah target yang ditetapkan," ujar Agus Marto di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (5/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2011 lalu, realisasi produksi minyak mentah juga di bawah target APBN-P 2011. Produksinya hanya mencapai 905 ribu bph, jauh di bawah target APBN-P 2011 sebesar 945.000 bph.
Lebih lanjut, Agus Marto memaparkan untuk harga minyak WTI dan Brent periode Januari hingga Juni masing-masing mencapai rata-rata USD98,2 per barel dan US$ 113,6 per barel. Lalu untuk ICP pada periode yang sama mencapai rata-rata sebesar US$ 117 per barel atau lebih tinggi dari realisasi harga ICP semester-I 2011 yang rata-ratanya US$ 111 per barel.
Dengan demikian, rata-rata harga ICP diperkirakan berada pada kisaran US$ 110 per barel hingga akhir tahun atau lebih tinggi dari asumsi APBNP 2012 sebesar US$ 105 per barel.
(nia/ang)











































