BP Migas Minta CSR Perusahaan Migas Masuk Cost Recovery

BP Migas Minta CSR Perusahaan Migas Masuk Cost Recovery

Wahyu Daniel - detikFinance
Kamis, 19 Jul 2012 17:11 WIB
BP Migas Minta CSR Perusahaan Migas Masuk Cost Recovery
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta -

Kegiatan sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan migas di Indonesia diusulkan untuk masuk ke dalam cost recovery. Kenapa?

Kepala Humas, Security dan Formalitas BP Migas, Gde Pradnyana menyatakan, CSR sama sekali tidak menghamburkan uang negara, karena yang memperoleh manfaat sekaligus menjadi objek dari CSR adalah masyarakat yang berada terutama di sekitar daerah operasi migas.

"Kami mengusulkan agar kegiatan CSR ini boleh dibebankan ke dalam biaya operasi, karena memang sangat terkait dengan kebutuhan kelancaran operasi di lapangan, yaitu untuk memenuhi tuntutan masyarakat," tutur Gde kepada detikFinance, Kamis (19/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gde mengatakan, dana CSR tidak dibebankan kepada APBN, tapi dianggarkan oleh investor sebagai bagian dari investasi mereka. Karena menurut Gde, semestinya CSR diambil dari keuntungan kegiatan usaha, maka sudah selayaknya pula kegiatan usaha migas mengalokasikan sedikit hasil usahanya untuk CSR.

"Kegiatan hulu migas adalah kegiatan usaha bersama yang dilakukan oleh KKKS (kontraktor kontrak kerjasama) dengan BP Migas. Jadi CSR diambilkan dari hasil usaha bersama tersebut," ujar Gde.

Dengan dilakukannya CSR yang lebih intensif dan tepat sasaran, kata Gde, maka diharapkan gangguan masyarakat akan menurun. Kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas dapat dilakukan lebih lancar. "Dengan demikian produksi dapat meningkat, halmana pada gilirannya tentu akan membuat penerimaan negara juga meningkat," imbuh Gde.

Jadi karena itu, BP Migas mengusulkan CSR bisa dimasukkan dalam cost recovery. Sebab BP Migas berpandangan cost recovery sama dengan pengembalian investasi.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads