Hal ini disampaikan oleh Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Gde Pradyana di kantornya, Menara Mulia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/8/2012).
"Walaupun produksi terus menurun di mana rata-rata produksi tahun ini mencapai 877.000 bph, tetapi kami yakin target penerimaan negara akan tercapai," kata Gde.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena minyak dunia kembali naik, di mana saat ini rata-rata US$ 117 per barel atau masih di atas ICP US$ 105 per barel," ujarnya.
Diakui Gde, beberapa waktu lalu harga minyak turun drastis dari US$ 126 per barel menjadi US$ 100 per barel, dan turun lagi menjadi US$ 77 per barel.
"Tapi itu hanya efek sementara, buktinya saat ini harga minyak dunia naik lagi (US$ 102,88 per barel)," ucap Gde.
Bahkan Gde yakin, sampai akhir tahun realisasi penerimaan negara dari sektor migas akan melebihi yang ditargetkan.
"Bahkan kami yakin dengan realisasi semester I 2012 sudah mencapai US$ 18,81 miliar, pada akhir tahun bisa mencapai US$ 34 miliar atau melebihi dari yang ditargetkan dalam APBN-P 2012 sebesar 33,3 miliar," tandasnya.
(rrd/dnl)











































