Hal tersebut seperti diungkapkan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik usai acara Halal Bihalal di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (28/8/2012).
"Saat ini pemerintah sedang mempersiapkan kenaikan tarif listrik, dan kenaikan tersebut tidak akan terlalu terasa," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya naiknya 1% per bulan, orang yang membayar listrik per bulannya Rp 200.000 kalau naik cuma nambah bayar Rp 2.000 per bulan. Tentu tidak akan terasa berat, namun efeknya dapat mengurangi besaran subsidi," ucapnya.
Dikatakan Jero, penurunan subsidi harus dilakukan, pasalnya saat ini subsidi BBM dan listrik saja saat ini sudah mencapai Rp 300 triliun lebih.
"Ini semua (subsidi) harus diturunkan, memang tidak mudah, apalagi saat ini situasinya negara kita demokrasi, contoh naikkan harga BBM dan listrik pasti akan sulit walau logikanya mudah," tandasnya.
Menurut Jero kenaikan TTL tahun depan naik sekitar 15-16% yang dicicil per tiga bulan sekali. "Saat ini kita sedang hitung-hitung, kira-kira kenaikan tarif listrik tahun depan kira-kira 15-16%," katanya.
Menurut Jero, kenaikan tarif listrik tahun depan tidak sekaligus, rencananya pe kuartal. Ia pun juga sudah mempertimbangkan dampak ke Usaha Kecil Menengah (UKM) terhadap dampak kenaikan tarif listrik tersebut.
"Dampak ke UKM tidak banyak, UKM kan sudah untung, namun rencana kenaikan tersebut harus melalui persetujuan DPR dulu, kita sedang cari waktu dengan DPR untuk membicarakan rencana tersebut," tukasnya.
(rrd/hen)











































