Pertamina Impor Bensin Premium 10 Juta Barel per Bulan

Pertamina Impor Bensin Premium 10 Juta Barel per Bulan

- detikFinance
Selasa, 28 Agu 2012 14:11 WIB
Pertamina Impor Bensin Premium 10 Juta Barel per Bulan
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Untuk memenuhi kebutuhan BBM khususnya jenis premium, PT Pertamina (Persero) rutin mengimpor 10 juta barel premium setiap bulan.

Hal ini disampaikan Senior Vice President Fuel Marketing & Distribution Pertamina Suhartoko saat acara halal bi halal di gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (28/8/2012).

"Kebutuhan impor Pertamina tiap bulannya mencapai 9-10 juta barel premium, jadi tiap bulan kita rutin impor," kata Suhartoko ketika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Suhartoko, selain untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri, impor tersebut juga bertujuan untuk menjaga stok BBM nasional terutama premium agar cukup hingga 17 hari ke depan.

"Impor premium sebanyak itu tujuannya untuk memenuhi kebutuhan BBM yang cukup besar di dalam negeri serta untuk menjaga stok nasional untuk premium agar cukup hingga 17 hari ke depan," katanya.

Termasuk langkah Pertamina untuk menjaga stok cukup untuk 17 hari dengan melihat lonjakan konsumsi BBM saat lebaran beberapa hari lalu dengan menambah impor premium di luar kebutuhan impor pada hari biasanya.

"Kita tambah impor 1,5 juta barel premium untuk antisipasi lonjakan konsumsi pada saat lebaran agar stok nasional cukup 17 hari ke depan," ungkapnya.

Dirinci Suhartoko, impor tambahan 1,5 juta barel tersebut dilakukan impor pada Juli 2012 sebesar 900.000 barel dan pada Agustus dilakukan impor lagi sebesar 600.000 barel.

"Tambahan impor ini untuk mencukupi kebutuhan BBM pada lebaran yang meningkat cukup tinggi, seperti di Tasik konsumsi naik hingga 200% dibandingkan hari biasa, Balongan naik 200%, dan Tegal naik 200% konsumsinya dibandingkan hari biasa," ujarnya.

Apalagi pada saat puncak arus mudik dan balik lebaran kemarin, hampir sebagian kantong-kantong BBM yang disiapkan tidak bisa berjalan sesuai rencana.

"Kemarin kita siapkan 53 titik SPBU mobile, namun sebagian besar khususnya di Jalur Pantura (Pantai Utara Jawa) tidak bisa berjalan sesuai rencana, pasalnya tingkat kepadatan kendaraan di jalur mudik tidak dapat membuat SPBU mobile lewat bahkan dengan bantuan pengawalan kepolisian pun sulit untuk menerobos kemacetan, makanya sebagian besar SPBU mobile hanya berfungsi di SPBU dimana dia ditempatkan sejak awal," tandasnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads