"(Anggaran subsidi naik) ya itu dipengaruhi harga, volume oleh BBM. Ini pun memperhitungkan dengan TTL (tarif tenaga listrik) yang diperhitungkan naik," ujar Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Anny menambahkan, pemerintah pun berupaya agar volume konsumsi BBM subsidi di 2013 tidak jebol, tetap berada pada level 46 juta kiloliter (KL).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang dalam rencana anggaran 2013, pemerintah menetapkan bersubsidi 46 juta KL, atau naik dari 2012 sebesar 40 juta KL. Dasar perhitungan pemerintah dalam menetapkan besaran subsidi BBM jenis tertentu, LPG tabung 3 kg dan LGV 2013 yang mencapai Rp 193,8 triliun.
Dalam nota keuangan pemerintah, selain kuota dalam menetapkan anggaran subsidi BBM, pemerintah juga mempertimbangkan harga minyak Indonesia (ICP) US$ 100 per barel, volume konsumsi LPG tabung 3 kilogram sebesar 3,9 metrik ton, alpha BBM sebesar Rp 642,6 per liter, dan nilai tukar rupiah sebesar Rp 9.300 per dolar AS.
Anggaran subsidi ini naik Rp 56,4 triliun bila dibandingkan alokasi anggaran subsidi BBM, tabung LPG 3 kg, dan LGV dalam APBN-P 2012 sebesar Rp 137,4 triliun (1,6% terhadap PDB). Dalam perkiraan realisasi 2012, realisasi subsidi BBM, LPG tabung 3 kg, dan LGV diperkirakan mencapai Rp 216,8 triliun.
Sebelumnya, postur RAPBN 2013 menuai kritik dari fraksi-fraksi di DPR. Salah satunya mengenai anggaran subsidi dan juga belanja untuk pegawai negara yang dinilai cukup besar dan meningkat dibandingkan tahun ini.
(wep/dnl)











































