Kuota atau jatah BBM subsidi di Jakarta diperkirakan bakal habis 15 September 2012 ini karena konsumsi tinggi. Beberapa daerah juga mengalami nasib sama. Ini karena alokasi tidak tepat sasaran.
Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, BBM subsidi ini sebenarnya diperuntukkan untuk golongan miskin. Namun saat ini banyak golongan mampu serta industri yang ikut menikmati.
"Sekarang ini kan masih ada yang mencuri-mencuri dan tidak miskin mengambil BBM subsidi itu, baik mobil atau industri. Itu harus disadarkan," kata Agung di kantornya, Jakarta, Jumat (7/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang utama, mereka yang tak berhak tak usah pakailah. Banyak juga yang diselundupkan dan pabrik. Harusnya mereka pakai pertamax," cetus Agung.
Seperti diketahui, dari data Pertamina, realisasi konsumsi BBM subsidi sampai 30 Agustus 2012 adalah:
- Premium: Dari kuota 16,185 juta kiloliter (KL), realisasi konsumsinya 18,441 juta KL atau kelebihan 14%
- Solar: Dari kuota 9,138 juta KL, realisasi konsumsinya 10,065 juta KL atau kelebihan 10%
- Kerosene (minyak tanah): Dari kuota 923.052 KL, realisasi lebih rendah yaitu 793.154 KL











































