Dibekingi Aparat, BBM Subsidi DKI Diselundupkan ke Industri di Sumatera

Dibekingi Aparat, BBM Subsidi DKI Diselundupkan ke Industri di Sumatera

- detikFinance
Selasa, 11 Sep 2012 16:34 WIB
Dibekingi Aparat, BBM Subsidi DKI Diselundupkan ke Industri di Sumatera
Jakarta - Jatah BBM subsidi di Jakarta terancam habis pada 15 September 2012 karena konsumsi yang tinggi. Ini karena BBM subsidi banyak dicuri atau diselundupkan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur BBM BPH Migas Djoko Iswanto di kantornya, Jalan Kapten Tendean, Jakarta, Selasa (11/9/2012).

"Kuota (BBM susidi) DKI jebol bukan karena konsumsi kendaraan yang sangat banyak, tetapi karena banyak juga yang dicuri," kata Djoko ketika ditemui di kantor BPH Migas, Jalan Kapten Tendean, Jakarta, Selasa (11/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Djoko, pencurian BBM subsidi yang sering terjadi di SPBU-SPBU di DKI Jakarta, biasanya menggunakan truk boks tinggi yang di dalamnya berisikan drum-drum.

"Jadi kalau dari samping kanan-kiri tidak terlihat karena tertutup badan truk, tetapi dari atas terlihat isinya drum-drum, jadi pada malam hari di SPBU pengisian BBM-nya atas dan dimasukkan ke drum-drum," ungkap Djoko.

Diungkapkan Djoko, drum-drum berisi BBM selundupan tersebut kemudian ada yang ditampung hingga banyak dan ada pula yang dikirim langsung.

"Dikirimnya ke mana? Ya ke industri yang ada di Tangerang dan ada yang dikirim ke perkebunan di Sumatera. Kok bisa dikirim sampai Sumatera? Ya karena ada bekingan oknum aparat sehingga aman dan lancar hingga di Sumatera," ucapnya.

Seperti di Jakarta Timur kata Djoko konsumsi Hingga Agustus over kuota hingga 47%, jebol karena banyak diselundupkan ke Kapal-kapal.

"Ada di Kali Baru Jakarta Timur, BBM subsidi banyak disuplai ke Kapal-kapal secara ilegal," tegasnya.

Jatah atau kuota BBM subsidi di Jakarta makin menipis karena lonjakan konsumsi. Bahkan jatah BBM subsidi di Jakarta bakal habis 15 September 2012.

Dari data Pertamina, realisasi konsumsi BBM subsidi sampai 30 Agustus 2012 adalah:

  • Premium: Dari kuota 16,185 juta kiloliter (KL), realisasi konsumsinya 18,441 juta KL atau kelebihan 14%
  • Solar: Dari kuota 9,138 juta KL, realisasi konsumsinya 10,065 juta KL atau kelebihan 10%
  • Kerosene (minyak tanah): Dari kuota 923.052 KL, realisasi lebih rendah yaitu 793.154 KL

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads