Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini mengatakan, jika harga batubara terus turun dan menyentuh harga di bawah US$ 60 per ton akan mengancam kelangsungan perusahaan pertambangan batubara.
"Kalau harga batubara terus turun bahkan di bawah US$ 60 per ton bisa membuat perusahaan tambang batubara 'harakiri' (bunuh diri)," kata Rudi di gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (11/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga batubara paling bagus beberapa bulan lalu mencapai US$ 126 per ton, sekarang terus turun sekitar US$ 85 per ton, penurunan harga ini juga telah membuat pengusaha tambang batubara sedikit panik. Jika terus turun bahkan mencapai di bawah US$ 60 per ton perusahaan tambang bisa gulung tikar," ucapnya.
Untuk itu, dengan harga batubara saat ini berkisar US$ 85 per ton, Rudi menyarankan agar perusahaan tambang batubara melakukan reorganiasasi perusahaannya dengan cara meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pegawainya.
"Saat ini lakukan dulu reorganisasi perusahaannya, seperti peningkatan kualitas SDM pegawainya seperti menyekolahkan lagi pegawainya dan lainnya. Namun jika harga sudah mendekati US$ 60 per ton maka segera melakukan efesiensi perusahaan," cetusnya.
(rrd/dnl)











































