Harga Batubara di Bawah US$ 60/Ton, Perusahaan Tambang Terancam 'Harakiri'

Harga Batubara di Bawah US$ 60/Ton, Perusahaan Tambang Terancam 'Harakiri'

- detikFinance
Rabu, 12 Sep 2012 16:40 WIB
Harga Batubara di Bawah US$ 60/Ton, Perusahaan Tambang Terancam Harakiri
Jakarta - Krisis ekonomi yang melanda Eropa, serta perlambatan ekonomi Jepang, China, dan India membuat permintaan energi seperti batubara menurun bahkan terancam di bawah US$ 60/ton. Jika itu terjadi, perusahaan tambang batubara terancam 'harakiri'.

Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini mengatakan, jika harga batubara terus turun dan menyentuh harga di bawah US$ 60 per ton akan mengancam kelangsungan perusahaan pertambangan batubara.

"Kalau harga batubara terus turun bahkan di bawah US$ 60 per ton bisa membuat perusahaan tambang batubara 'harakiri' (bunuh diri)," kata Rudi di gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (11/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Rudi, harga batubara di bawah US$ 60 per ton dinilai terlalu rendah dan tidak ekonomis lagi bagi perusahaan tambang.

"Harga batubara paling bagus beberapa bulan lalu mencapai US$ 126 per ton, sekarang terus turun sekitar US$ 85 per ton, penurunan harga ini juga telah membuat pengusaha tambang batubara sedikit panik. Jika terus turun bahkan mencapai di bawah US$ 60 per ton perusahaan tambang bisa gulung tikar," ucapnya.

Untuk itu, dengan harga batubara saat ini berkisar US$ 85 per ton, Rudi menyarankan agar perusahaan tambang batubara melakukan reorganiasasi perusahaannya dengan cara meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pegawainya.

"Saat ini lakukan dulu reorganisasi perusahaannya, seperti peningkatan kualitas SDM pegawainya seperti menyekolahkan lagi pegawainya dan lainnya. Namun jika harga sudah mendekati US$ 60 per ton maka segera melakukan efesiensi perusahaan," cetusnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads