Minyak Tumpah di Brasil, Chevron Didenda Rp 166 Miliar

Minyak Tumpah di Brasil, Chevron Didenda Rp 166 Miliar

- detikFinance
Selasa, 18 Sep 2012 12:28 WIB
Minyak Tumpah di Brasil, Chevron Didenda Rp 166 Miliar
Foto: Reuters
Rio de Janeiro - Otoritas Brasil kemarin memberi US$ 17,5 juta (Rp 166,25 miliar) kepada perusahaan minyak AS, Chevron terkait tumpahan minyak di Rio de Janeiro tahun lalu.

Direktur umum National Petroleum Agency (ANP), Magda Chambriard bicara dalam konferensi pers bahwa denda itu meliputi 24 pelanggaran. β€œAda satu (denda yang terlewatkan) terkait dengan pengabaian sumur. Menurut hukum yang berlaku, batas maksimum adalah satu juta reais,” kata Chambriard, dikutip dari AFP (18/9/2012).

Menurut Chambriard, denda itu akan diberlakukan dua bulan mendatang dan Chevron bisa dikenai denda tambahan US$ 50.000 untuk item lain. Regulator minyak nasional memperkirakan 2.400 barel minyak mentah tumpah dalam insiden November lalu tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah laporan dari ANP dirilis Juli lalu, menuduh Chevron lalai dan mengatakan mereka bisa saja mencegah tumpahan minyak terjadi di ladang Frade yang berlokasi 370 km di arah barat laut Rio. Pada bulan Agustus, sebuah pengadilan Brasil menyuruh Chevron dan pengebornya, Transocean untuk menghentikan pengeboran minyak dan aktifitas pengapalannya dalam waktu 30 hari.

Agencia Brasil melaporkan, Chambriard mengatakan bahwa ANP akan maju ke Mahkamah Agung setelah pengadilan yang lebih rendah menolak permohonan banding untuk membatalkan penangguhan operasional Chevron.

ANP ingin penangguhan itu dicabut supaya tidak berdampak buruk terhadap produksi minyak di Brasil. Perusahaan minyak milik pemerintah, Petrobras butuh bantuan Chevron untuk operasionalnya sendiri.

Tahun lalu, institusi linkungan Brasil, Ibama sudah mengenakan dua denda bernilai total US$ 33,4 juta kepada Chevron untuk kerusakan lingkungan dan kegagalan rencana darurat selama kecelakaan itu terjadi.

Chevron punya sebuah operasional kecil di ladang Frade yang hanya memproduksi 60.000 barel per hari. Tapi penting sekali untuk memastikan bahwa Brasil memenuhi target produksinya yakni dua juta barel per hari. Negara kaya sumber daya alam ini berharap bisa melipatgandakan produksinya menjadi 4,2 juta barel per hari pada tahun 2020.

Sementara itu, Transocean masih beroperasi di Brasil sekarang. Tapi di bawah perintah pengadilan, mereka akan berhenti beroperasi pada pertengahan Oktober. Penangguhan juga akan mempengaruhi Petrobras yang sudah menandatangani kontrak delapan rig dari Transocean.

Awal bulan ini, seorang pejabat pengadilan mengatakan pimpinan unit Chevron Brasil akan diizinkan meninggalkan negara tersebut setelah menyetor uang jaminan US$ 245.000 terkait tumpahan minyak pada November lalu.

Pihak berwenang mengatakan hakim Marcelo Luzio Marques Araujo menetapkan jumlah uang jaminan untuk memastikan George Buck kembali ke Brasil untuk menghadiri pemeriksaan setiap kali dia dipanggil.

Otoritas Brasil sudah menyita paspor Buck dan 16 orang lainnya yang terkait dengan Chevron, Transocean dan tumpahan minyak itu. Jaksa negara bagian sudah mengajukan gugatan hukum melawan Chevron dan Transocean mengenai kejadian November dan meminta US$ 11 milyar untuk apa yang disebut mereka sebagai kerusakan lingkungan tak terukur.

Pada bulan Maret, tumpahan minyak terdeteksi di kedalaman 1.300 meter di ladang Frade, yang 30% sahamnya dimiliki oleh Petrobas, tidak jauh dari lokasi tumpahan minyak lebih besar pada November silam.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads