Direktur Operasi PT Pertamina Gas, Gusti Azis mengatakan pencurian minyak di Tempino-Plaju makin menjadi-jadi, puncaknya terjadi pada Juni-Juli lalu, tercatat kehilangan minyak (losses) yang dikirim sampai ke kilang mencapai 4.000 barel per hari.
"Makin menjadi, puncak paling tinggi pencurian terjadi pada Juni-Juli 2012, losses kita bisa mencapai 4.000 barel dalam sehari (pengiriman perhari mencapai 11.000 barel)," kata Gusti ketika ditemui disela acara The 12th Gas information Exchange In The Western Pacifik Area (Gasex 2012), Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan rata-rata losses mencapai 1.300-1.500 barel per hari yang sangat diduga kuat hilang karena pencurian minyak dengan modus ilegal tapping.
"Rata-rata sehari losses kita mencapai 1.300-1.500 per hari, tapi pada Juni-Juli itu sehari hilang sampai 4.000 bare per hari. Itu hanya dari segi kehilangan minyak, belum pipa-pipa yang banyak dilobangi yang jumlahnya tidak sedikit itu," ungkapnya.
Untuk menghindari bahkan mencegah terjadinya pencurian minyak melalui illegal tapping, Pertamina Gas akan mengganti seluruh pipa sepanjang 268 KM dengan pipa baru.
"Pipa-pipa ini kan warisan dari zaman dulu, dialihkan ke kita saja baru pada 2007-2008, kondisinya banyak yang tua, jadi mudah dilobangi dan keberadaannya di atas permukaan tanah, untuk itu kita akan ganti semua dan pipa di tanam di bawah tanah, dan diharapkan Desember 2012 sudah bisa beroperasi," tandas Gusti.
(rrd/hen)
