"Sebagian besar investasi digunakan untuk menunjang kegiatan operasi dan pengembangan lapangan serta pembiayaan proyek-proyek besar," ujar Kepala BP Migas R. Priyono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (17/10/2012).
Priyono menjelaskan, investasi itu telah masuk dalam beberapa proyek besar di hulu migas dalam 5 tahun terakhir (2006-2011). Termasuk di antaranya adalah Blok Cepu yang dikembangkan oleh Mobil Cepu Ltd.; North Belut oleh ConocoPhillips; Tangguh oleh BP Indonesia; dan Tunu 13 B serta Peciko 6 A oleh Total E&P Indonesie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Priyono menambahkan proyek-proyek besar di sektor hulu migas tersebut di dominasi oleh proyek gas.
"Ke depan, dalam rangka mempersiapkan langkah-langkah penyesuaian dalam pemanfaatan 'energy mix' di masa mendatang, akan dilakukan langkah-langkah untuk lebih banyak lagi pemanfaatan sumber daya alam gas," ujarnya.
Selain itu, Priyono mengharapkan pemerintah dan masyarakat dapat menjaga situasi dan kondisi di sekitar proyek minyak dan gas
"Kalau demo terus di Mahakam bagaimana mau masuk mereka," tegas Priyono.
(nia/dnl)











































