Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomo Hadi kepada detikFinance, Selasa (23/10/2012).
"Secara bisnis strategis mungkin tidak menguntungkan. Juga memang dilihat dari peta persaingan antar brand, untuk Petronas brand-nya kalah kuat dibanding Pertamina dan Shell atau Total," cetus Eri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, lanjut Eri, segi pemilihan lokasi SPBU Petronas juga kurang menarik. "Lokasi SPBU Petronas tidak berada di lokasi prima (prime location). Padahal untuk bisnis SPBU, penentuan lokasi sangat penting," tegas Eri.
Sebelumnya, Ketua Umum Dealer Petronas Service Station Jino Sugianto mengatakan, penyebab tutupnya 15 SPBU Petronas ini adalah karena berhentinya suplai BBM dari Petronas ke SPBU Petronas per 31 Agustus 2012.
Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Umi Asngadah mengatakan, tutupnya 15 SPBU Petronas di Jakarta tersebut dikarenakan penjualannya terus mengecil sehingga biaya operasi tidak dapat terpenuhi.
"Karena penjualannya terlalu kecil sehingga biaya operasi tidak dapat terpenuhi," ucap Umi.
Namun Umi berujar, walau 15 SPBU-nya telah ditutup, sementara ini belum ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) para pegawainya dikarenakan Petronas mengalihkan usahnya dari penjualan BBM ke penjualan pelumas.
Terkait penutupan 15 SPBU tersebut menurut Umi, Petronas Niaga Indonesia kelihatannya akan menjual SPBU yang tutup ke Badan Usaha lain, tetapi Petronas masih berusaha dibidang Migas lainnya.
"Kelihatannya akan dialihkan ke BU lain tapi petronas masih berusaha bidang migas lainnya," cetus Umi.
(dnl/hen)











































