Janji Terangi Perbatasan, PLN Buka Kantor Dekat Malaysia

Janji Terangi Perbatasan, PLN Buka Kantor Dekat Malaysia

Ramdhania El Hida - detikFinance
Minggu, 28 Okt 2012 16:30 WIB
Janji Terangi Perbatasan, PLN Buka Kantor Dekat Malaysia
Jakarta - PT PLN (persero) membuka kantor pelayanan di perbatasan Malaysia. Kantor ini berlokasi di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur yang terletak di perbatasan Negara RI – Malaysia (Serawak).

Direktur Operasi Indonesia Timur, Vickner Sinaga menyatakan dengan hadirnya PLN di perbatasan tersebut maka PLN dapat melayani masyarakat di sekitar perbatasan Malaysia ini. Hal ini merupakan tekad PLN untuk menjadikan daerah perbatasan menjadi terang benderang.

"Saat ini PLN sudah melakukan perbaikan jaringan yang ada disana dan akan melakukan perluasan jaringan tegangan menengah dan tegangan rendah sehingga diharapkan akan dapat melayani seluruh masyarakat di kecamatan tersebut," ujar Vickner saat meresmikan kantor baru PLN tersebut yang dikutip detikFinance dari siaran pers PLN, Minggu (28/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vickner menyatakan untuk mencapai target tersebut, PLN menyediakan pasokan listrik yang sementara memanfaatkan pusat listrik tenaga mini hidro (PLTMH) yang sudah ada dengan daya 30 kilo watt (kW) dan pusat listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas 250 kilo volt ampere (kVA).

Pada kesempatan yang sama, Vickner melakukan peletakan batu pertama pembangunan PLTMH Pa Ramayo dengan kapasitas 2x300 kW yang direncanakan selesai dalam satu tahun. PLN juga akan memanfaatkan potensi air untuk membangun PLTMH di Lembudud dan di Long Midang. Dengan selesainya ketiga PLTMH tersebut maka seluruh kebutuhan masyarakat di Kecamatan Krayan akan dapat dipenuhi dari pemanfaatan potensi energi air yang ada di Krayan.

"PLTMH Pa Ramayo 4 diganti namanya menjadi PLTMH Beranda 1 yang berarti PLTMH pertama yang dibangun di beranda Nusantara yang berbatasan dengan Malaysia. PLTMH berikutnya yang akan dibangun di daerah perbatasan tersebut akan dinamai PLTMH Beranda 2,3, dan seterusnya," pungkas Vickner.

(nia/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads