Pertamina Bikin Anjungan Migas di Perusahaan Bakrie Rp 172 Miliar

Pertamina Bikin Anjungan Migas di Perusahaan Bakrie Rp 172 Miliar

- detikFinance
Senin, 29 Okt 2012 11:05 WIB
Pertamina Bikin Anjungan Migas di Perusahaan Bakrie Rp 172 Miliar
Foto: Ilustrasi-Reuters
Jakarta - PT Pertamina membangun tiga anjungan migas di Bakrie Construction dengan nilai US$ 19,2 juta atau Rp 172,8 miliar. Satu anjungan telah selesai dibangun dan siap untuk mengebor minyak dan gas di blok West Madura Offshore (WMO).

Blok minyak di Madura ini dikelola anak usaha Pertamina yakni Pertamina Hulu Energi. Anjungan yang diberi nama PHE-38B ini bakal menggantikan anjungan PHE-40 yang pernah ditabrak kapal kargo pada agustus 2010 lalu, sehingga kehilangan produksi minyak sekitar 1.600 barel per hari dan gas sebesar 15 MMSCFD.

Anjungan PHE-38B ini adalah bagian dari tiga anjungan yang dibangun Pertamina di Bakrie Construction dengan nilai Kontrak US$ 19,2 juta.
Dua anjungan lainnya yang diharapkan dapat dituntaskan paling lambat Desember adalah PHE-39 dan PHE-54. Tiga anjungan ini dikerjakan 100% oleh tenaga kerja Indonesia dengan kandungan lokal mencapai 65% atau jauh di atas target 35%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anjungan PHE-38B ini dirancang dapat dipergunakan untuk mengebor antara 6 sampai 8 sumur dengan produksi sekitar 7.000 barel per hari (bph) dan gas 35 juta kaki kubik per hari (MMscfd) Anjungan-anjungan ini sangat penting untuk menghentikan declining rate (penurunan produksi) di Blok WMO yang rata-rata mencapai 50 persen per tahun," kata Direktur Hulu Pertamina Muhamad Husen dalam siaran pers, Senin (29/10/2012).

Anjungan PHE-38B diharapkan dapat mulai memproduksi minyak dan gas pertama pada 21 Desember mendatang di lokasi temuan minyak dan gas baru di wilayah Blok WMO sekitar Juli lalu.

"Tekad GM PHE WMO Pak Imron Asjhari, bisa memproduksi 21 Desember patut kita dukung. Artinya hanya 6 bulan setelah temuan cadangan minyak dan gas langsung bisa diproduksi. Itu luar biasa," tambah Husen.

Pada siaran pers tersebut, Imron menjelaskan, anjungan PHE-38B ini akan langsung dibawa ke lokasi pengeboran Blok WMO yang ada di 70 mil lepas pantai Bangkalan, Madura. Disusul kemudian anjungan PHE-39 dan PHE-54.

Tiga anjungan baru itu akan dibangun lengkap dengan jaringan pipa yang menghubungkan jaringan pipa yang saat ini ada dengan sumur-sumur baru yang akan dibor.

Selain itu, Pertamina juga menyiapkan pemasangan pipa baru 16 inci sepanjang 21 km, sejajar dengan jaringan pipa lama, dari lapangan PHE 38 sampai Poleng Processing Platform (PPP). Pertamina juga sedang menunggu kedatangan rig ketiga yang diharapkan tiba di wilayah pengeboran November mendatang.

Husen menjelaskan, saat ini produksi minyak dari WMO baru mencapai 12.000 bph dengan gas 160 MMscfd.

Husen berharap penambahan fasilitas produksi dan fasilitas penunjang itu mampu meningkatkan produksi minyak dan gas di Blok WMO pada kisaran 30.000 barel per hari (bph).

"Kita punya target 30 ribu bph akhir tahun 2013. Karena itu semua infrastruktur produksi dan penunjang harus disiapkan agar kegiatan eksplorasi dan eksploitasi berjalan lancar dan aman. Keberadaan anjungan PHE-38B ini adalah bagian dari penyiapan infstastruktur itu," jelasnya.

Khusus di tahun 2012 ini, PHE WMO merencanakan mengebor 21 sumur yang terdiri dari 9 sumur eksplorasi, 12 sumur pengembangan dan juga 15 sumur kerja ulang (work over).

Dari blok Madura ini, Pertamina memiliki target bisa memproduksi minyak 40,000 bph dan 210 juta kaki kubik gas per hari (MMscfd) pada tahun 2016 atau setara 75,000 barel minyak ekuivalen barel per hari (boepd).


(dnl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads