Stiker Belum Dicetak Jadi Alasan Truk Tambang 'Minum' BBM Subsidi

Stiker Belum Dicetak Jadi Alasan Truk Tambang 'Minum' BBM Subsidi

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 07 Nov 2012 17:05 WIB
Stiker Belum Dicetak Jadi Alasan Truk Tambang Minum BBM Subsidi
Samarinda - Sejak 1 September 2012 seharusnya truk-truk di wilayah pertambangan dan perkebunan seperti di Kalimantan tidak boleh lagi menikmati BBM subsidi, namun kenyataannya truk-truk tersebut masih bebas beli BBM subsidi yakni Solar. Alasan PT Pertamina karena stiker belum dicetak.

Dikatakan Senior Vice President Fuel Marketing & Distribution Pertamina, Suhartoko, sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pembatasan penggunaan BBM jenis tertentu (subsidi) seharusnya sejak 1 September 2012 truk pertambangan dan perkebunan dilarang menggunakan BBM subsidi.

"Namun hingga saat ini hal tersebut tidak bisa dilaksanakan, karena stiker yang menandakan kendaraan tersebut dilarang beli BBM subsidi belum mengucur alias belum dicetak," kata Suhartoko ketika ditemui di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, seperti dikutip Rabu (7/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibatnya kata Suhartoko, setiap truk-truk pertambangan dan perkebunan yang datang ke SPBU akan tetap dilayani petugas SPBU. "Seharusnya kalau ada stiker tersebut, maka petugas SPBU dilarang melayani, tapi karena tidak ada (stiker) ya wajib dilayani karena dia konsumen juga haknya sama," jelasnya.

Alasan belum tercetaknya stiker tersebut ujar Suhartoko dikarenakan mekanisme tender yang harus dilakukan oleh BPH Migas. "Sesuai aturan undang-undang, pengedaan stiker ini harus melewati mekanisme tender dan dilakukan oleh BPH Migas, namanya tender, ya diumumkan dulu, ditentukan siapa pemenangnya, perlu waktu cetak dan itu memerlukan waktu berbulan-bulan, makanya sampai saat ini stikernya belum ngucur," tandas Suhartoko.

(rrd/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads