Tak Dapat Gas, PLN di Kaltim Boros Akibat Terpaksa Pakai BBM

Tak Dapat Gas, PLN di Kaltim Boros Akibat Terpaksa Pakai BBM

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 09 Nov 2012 10:09 WIB
Tak Dapat Gas, PLN di Kaltim Boros Akibat Terpaksa Pakai BBM
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Sangat disayangkan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Kalimantan Timur (Kaltim) berkapasitas 180 megawatt (MW) malah menggunakan BBM untuk produksi listrik. Ini akibat kurangnya pasokan gas, padahal Kaltim merupakan daerah kaya gas bumi bahkan sebagian produksinya diekspor ke luar negeri.

Hal tersebut seperti diungkapkan Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak dan Gas PT PLN Suryadi Mardjoeki kepada detikFinance, Jumat (9/11/2012).

"Ada PLTG Tanjung Batu dengan daya 100 MW, ada PLTG Sambera daya 40 MW, ada pula yang bisa menggunakan gas tapi masih pakai BBM atau MRO yakni PLTD Batakan dengan daya 40 MW total 180 MW, semuanya terpaksa menggunakan BBM," ungkap Suryadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Suryadi, PLTG di Kaltim total 180 MW terpaksa menggunakan BBM dikarenakan pasokan gas ke pembangkit tersebut tidak ada. "Tidak adanya pasokan gas tersebut dikarenakan sumur gas yang biasa memasok ke PLTG tidak bisa memasok lagi karena gasnya habis," ujar Suryadi.

Pasokan gas ke PLN, ujar Suryadi, berhenti sebelum kontrak pembelian gas kepada perusahaan pemasok berakhir. "Seperti gas dari Medco, PLN kontrak pasokan gas 2009-2012 namun baru dua tahun memasok gasnya sudah habis, lalu PLN mencari gas lagi, dapat kontrak dengan Semco sebesar 24 BBTUD, sampai 20017 namun sekarang pasokannya hanya 3,5 BBTUD," ungkapnya.

Jadi hingga sampai saat ini, PLTG di Kalimantan Timur kekurangan gas sebesar 40 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

"Kami mengharapkan bantuan BP Migas untuk membantu masalah kami mencari pasokan gas untuk PLTG ini, karena jika terus terjadi maka biaya produksi akan sangat tinggi karena terpaksa menggunakan BBM untuk membangkitkan listrik," keluh Suryadi.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads