Pertamina EP berhasil mencatat realisasi laba bersih pada akhir September 2012 sebesar Rp 14,3 triliun atau meningkat 20% dibandingkan perolehan laba pada periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 11,8 triliun. Laba tersebut diperoleh dari pencapaian angka produksi minyak sebesar 127,9 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas sebesar 1.048,9 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Manager Humas Pertamina EP Agus Amperianto menyatakan kinerja pada kuartal ketiga tahun 2012 ini lebih tinggi jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2011. Produksi minyak pada periode September 2011 sebesar 126,1 MBOPD, produksi gas sebesar 1.027,6 MMSCFD, dan laba bersih sebesar Rp 11,8 triliun.
"Realisasi kinerja triwulan tiga tersebut merupakan wujud komitmen Pertamina EP dalam menjawab tantangan penurunan produksi alamiah sebesar 18% pertahun," ujar Agus dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Minggu (11/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedangkan untuk saat ini, Pertamina EP masih dalam proses pelaksanaan pemboran 3 sumur wildcat, 2 sumur deleniasi, dan 1 pemboran twin well," jelasnya.
Sementara itu, lanjut Agus, untuk mendukung upaya optimalisasi produksi, Pertamina EP telah menyelesaikan pemboran eksploitasi sebanyak 84 sumur dan masih melakukan pemboran eksploitasi pada 13 sumur lainnya. Sedangkan untuk sumur kerja ulang, Pertamina EP telah menyelesaikan 52 sumur dan masih melakukan kerja ulang pada 3 sumur lainnya.
(nia/dru)











































