Bos Kadin: Tak Punya Teknologi, Migas RI Tak Mungkin Anti Asing

Bos Kadin: Tak Punya Teknologi, Migas RI Tak Mungkin Anti Asing

Ramdhania El Hida - detikFinance
Rabu, 14 Nov 2012 16:24 WIB
Bos Kadin: Tak Punya Teknologi, Migas RI Tak Mungkin Anti Asing
Jakarta - Alasan dibubarkannya Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) karena anti asing adalah alasan yang tidak masuk akal. Kenapa?

Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, saat ini Indonesia belum memiliki kekuatan teknologi untuk mengeksplorasi ladang minyak dan gas (migas).

"Kita tidak punya kemampuannya, teknologinya. Bagaimana mungkin kita mesti anti asing? Seluruh dunia juga eksplorasi minyak juga bukan dilakukan oleh negaranya. Misalnya, kita tidak memiliki kemampuannya, misalnya ngebor di lautan yang dalam, mana mungkin bisa? Makanya kita harus mengundang asing dong melakukan itu," ujar Suryo di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Rabu (14/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suryo menyatakan hal ini terjadi karena kurangnya kepahaman mengenai keadaan negara sehingga dengan mudah menyatakan anti asing.

"Ini karena tidak paham, tapi jadi salah kedaden. Jadi tidak mungkin asing dilarang, dalam kegiatan eksplorasi itu kita masih membutuhkan," tegasnya.

Apalagi, lanjutnya, usaha ini sangat berpengaruh bagi negara karena dapat meningkatkan produksi minyak. Jika selalu menurun maka dampaknya akan memperbesar impor minyak.

"Ini kan padat teknologi, padat modal. Kita tidak memiliki itu, bagaimana? Terus, produksi minyak kita menurun terus? Artinya, kalau turun maka kita akan impor? Lalu bagaimana kalau makin banyak impor?" cetusnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads