Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, saat ini Indonesia belum memiliki kekuatan teknologi untuk mengeksplorasi ladang minyak dan gas (migas).
"Kita tidak punya kemampuannya, teknologinya. Bagaimana mungkin kita mesti anti asing? Seluruh dunia juga eksplorasi minyak juga bukan dilakukan oleh negaranya. Misalnya, kita tidak memiliki kemampuannya, misalnya ngebor di lautan yang dalam, mana mungkin bisa? Makanya kita harus mengundang asing dong melakukan itu," ujar Suryo di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini karena tidak paham, tapi jadi salah kedaden. Jadi tidak mungkin asing dilarang, dalam kegiatan eksplorasi itu kita masih membutuhkan," tegasnya.
Apalagi, lanjutnya, usaha ini sangat berpengaruh bagi negara karena dapat meningkatkan produksi minyak. Jika selalu menurun maka dampaknya akan memperbesar impor minyak.
"Ini kan padat teknologi, padat modal. Kita tidak memiliki itu, bagaimana? Terus, produksi minyak kita menurun terus? Artinya, kalau turun maka kita akan impor? Lalu bagaimana kalau makin banyak impor?" cetusnya.
(nia/dnl)











































