Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji, swing gas sama sekali tidak membunuh sumur gas.
"Tidak lah, kata siapa swing membunuh sumur gas. Kata Pak Gde? (Deputi Pengedalian Operasi BP Migas) saya nggak percaya kalau tidak pak Gde-nya sendiri yang ngomong," ujar Nur Pamudji di Jakarta, Rabu (14/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama juga diungkapkan, Seketaris Perusahaan PLN, Adi Supriono, tudingann swing membunuh sumur gas tak beralasan. Menurutnya PLN melakukan swing hanya memanfaatkan kapasitas swing dari pipa gas yang panjang seperti pipa dari KEI ke PLTGU Gresik yang mencapai 400 Km.
"Swing yang dilakukan PLN dengan memanfaatkan kapasitas swing dari pipa gas yang panjang seperti pipa dari KEI ke PLTGU Gresik yang mencapai 400 Km," kata Adi.
Adi menegaskan PLN tidak pernah mengoerasikan pola swing di beberapa sumur yang mati akibat di swing PLN seperti sumur gas yang memasok PLTG di Kalimantan. "PLN tidak pernah mengperasikan pola swing untuk PLTG di Kalimantan," tandasnya.
Sebelum dibubarkan Mahkamah Konstitusi, Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengeluhkan praktik swing (naik-turunnya) penggunaan gas yang dilakukan PT PLN (Persero) yang justru dapat 'membunuh' sumur gas yang dibor Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Seperti diungkapkan Deputi Pengendalian Operasi BP Migas, Gde Pradyana swing yang dilakukan PLN justru membunuh sumur gas.
"Swing yang dilakukan PLN justru membunuh sumur gas, buka tutup penggunaan gas untuk pembangkit PLTG baik untuk PLN tetapi tidak baik untuk KKKS," kata Gde kepada detikFinance, Senin (12/11/2012)
(rrd/hen)











































