Pencurian Minyak di Sumatera Makin Parah

Pencurian Minyak di Sumatera Makin Parah

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 21 Nov 2012 14:43 WIB
Pencurian Minyak di Sumatera Makin Parah
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Ledakan penampungan minyak curian di Sumatera Selatan beberapa waktu lalu yang menewaskan 8 orang pencurinya tidak membuat kapok. Pencurian makin bertambah parah lagi.

Hal ini Presiden Direktur PT Pertamina EP Syamsu Alam saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (21/11/2012).

"Tambah parah lagi, padahal sudah terjadi ledakan di penampungan minyak curian yang menewaskan beberapa orang," kata Syamsu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan kata Syamsu, beberapa hari lalu kilang minyak ilegal juga meledak. "Ya tetap saja makin banyak pencurinya," ucapnya.

Namun walaupun minyaknya dicuri, Pertamina EP tidak bisa berbuat banyak. "Kita tidak mungkin dong menindak sendiri, kita cuma bisa serahkan semuanya terkait pengamanan pengiriman minyak kepada pihak keamanan seperti polisi dan sekarang ada komitmen dari TNI juga ikut serta mengamankan," katanya.

Apalagi pipa minyak yang sepanjang 260 km dari Tempino-Plaju sangat panjang sekali, dari hitungan Pertamina EP, kata Syamsu, kehilangan minyak paling besar (losses) terjadi pada Juli lalu sebesar 3.000 barel per hari.

"Kita losses paling tinggi terjadi pada Juli kemarin sehari mencapai 3.000 barel lebih, atau sebulan kita kehilangan 60.000 barel lebih (jika harga minyak US$ 100 per barel dikali kurs Rp 9.000 maka kerugian dalam sebulan bisa mencapai Rp 54 miliar)," cetus Syamsu.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads