Jero yang didaulat berbicara di acara IKA Business Summit 2012 hari ini, mengaku sempat kaget mendengar BP Migas dibubarkan. Menurutnya saat putusan MK itu dikeluarkan, dirinya sedang mendampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang dipanggil oleh Komisi VII DPR RI.
"Terus setelah itu, handphone saya sibuk dikasih tunjuk BP Migas dibubarkan. Terus saya tanya siapa membubarkan? Kalau MK, wah ini gak bisa ditawar. Wamen saya bilang, gawat, saya bilang hidup memang gawat," tutur Jero di Acara IKA ITS Summit 2013 di Balai Kartini Jakarta, Sabtu (24/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, tambah Jero saat BP Migas dibubarkan merupakan tugas terberat yang pernah ia jalani semenjak menjadi Menteri ESDM setahun silam.
"Ada yang bilang BP Migas dibubarkan, sejak jadi menteri ESDM itu waktu yang panjang karena rapat dari jam 3," tambahnya.
Ia pun menceritakan kondisi atau waktu usai BP Migas dibubarkan hingga terbitnya perpres dari Presiden SBY. Menurutnya, kondisi saat itu sangat kacau dan panik namun polemik tersebut terhenti ketika presiden mengeluarkan perpres.
"Bubar BP Migas, jam 11 kacau seperti proklamasi, pasal begini bunyinya seperti ini," paparnya.
(feb/ang)











































