"Suara kami (fraksi Golkar) di Badan Anggaran sudah jelas, meminta kepada Pemerintah untuk mengubah pola pemberian subsidi dari subsidi BBM diubah menjadi subsidi langsung," kata Satya kepada detikFinance, Selasa (27/11/2012).
Menurut Satya, pola subsidi langsung ini bukan berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT), pasalnya BLT lebih dinilai jelek karena dianggap alat politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maksud Satya, subsidi langsung ini berupa cash transfer, berupa kartu yang berisi dana tetapi bisa dipakai untuk apa saja, mulai dari bayar transportasi atau lainnya.
"Karena kalau subsidi BBM, masyarakat yang tidak mampu dan tidak memiliki kendaraan tidak merasakan subsidi BBM, padahal mereka-mereka lah yang harusnya mendapatkan subsidi," tandas Satya.
(rrd/ang)











































