Deputi Perencanaan SK Migas (eks BP Migas) Widhyawan Prawiraatmadja mengatakan, kelanjutan kontrak kedua blok minyak ini akan diputuskan oleh Menteri ESDM Jero Wacik. Apakah Chevron yang akan melanjutkan atau diberikan kepada perusahaan lain.
Widhyawan menyatakan, dua sumur minyak ini adalah sumur tua yang produksi minyaknya 2.000 barel per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Widhyawan, walaupun Chevron sebagai tetap ingin meneruskan kontraknya, namun kontrak terdahulu harus diputus dahulu dan seluruh aset di blok minyak tersebut harus diserahkan ke negara. Setelah itu baru akan diputuskan penerusnya.
"Chevron sebagai operator tentunya ingin tetap meneruskan mengelola, tapi itu tidak mungkin, kontraknya diputus dulu, seluruhnya diserahkan ke negara, nanti tergantung pemerintah kepada siapa blok tersebut diberikan, intinya kita ingin mendapatkan yang lebih baik bagi negara," ucapnya.
Bagaimana cadangan minyak di dalamnya? Menurut Widhyawan untuk bisa mengetahui tambahan cadangan di blok tersebut tentu harus dilakukan uji seismik, eksplorasi, atau pengeboran sumur minyak.
"Ya kita tidak bisa menebak-nebak, untuk mengetahui cadangan potensi migas di blok tersebut ya harus seesimik, eksplorasi atau harus ngebor, ngeborkan butuh dana investasi yang tidak sedikit," cetus Widhyawan.
(rrd/dnl)











































