Proyek Gas Natuna Mandek Tunggu Insentif dari Agus Marto

Proyek Gas Natuna Mandek Tunggu Insentif dari Agus Marto

Wiji Nurhayat - detikFinance
Kamis, 06 Des 2012 12:27 WIB
Proyek Gas Natuna Mandek Tunggu Insentif dari Agus Marto
Jakarta - Penggarapan gas di blok Natuna masih mandek. Kontraktor yang menggarap gas tersebut masih menunggu persetujuan permintaan insentif fiskal dari Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

"Yang paling berat itu ke Kemenkeu. Masalahnya Kementerian Keuangan tahu sendiri kan, tidak mau melepas insentif itu. Jadi belum ada respons dari Kemenkeu," ungkap Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini dalam seminar migas di Balai Kartini Jakarta, Kamis (6/12/2012).

Rudi mengatakan, pengembangan gas di Natuna sebaiknya memakai kilang LNG agar bisa dipasarkan ke dalam dan luar negeri sesuai kebutuhan. Saat ini konsorsium operator Natuna hanya menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan atas proposal yang tengah dikaji kelayakannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Konsorsium sudah ada dan masalah Kementerian Keuangan," katanya.

Seperti diketauhi proyek gas Blok East Natuna dikembangkan konsorsium empat perusahaan yakni PT Pertamina, ExxonMobil, Total EP, dan PTT Thailand. Pertamina selaku operator menguasai 35 persen hak partisipasi (participating interest/PI) East Natuna, lalu Exxon juga 35 persen, dan Total serta PTT masing-masing 15 persen.

Konsorsium sudah mengajukan proposal pengembangan gas East Natuna memakai skema pipa dengan estimasi biaya US$ 24 miliar. Dalam proposal juga disebutkan sejumlah insentif yang diperlukan untuk pengembangannya.

Blok East Natuna diperkirakan memiliki cadangan gas sebesar 222 triliun kaki kubik dengan 70 persen di antaranya berupa CO2, sehingga cadangan sebenarnya hanya 46 triliun kaki kubik. Produksi East Natuna direncanakan sebesar 1.200 juta kaki kubik per hari selama 30 tahun.

(wij/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads