Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng mengatakan, pihaknya dari dana Rp 380 miliar tahun depan, sebagian digunakan untuk melakukan pengawasan sektor hilir migas dan penguatan sistem IT dalam rangka pengawasan tersebut.
"Tahun 2013 kita dapat anggaran Rp 380 miliaran, dana tersebut akan kami gunakan untuk membangun IT, pengawasan, verifikasi dan lain-lain," kata Andy ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (17/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan adanya war room tersebut, kita bisa melakukan pengawasan BBM subsidi, mendapatkan data valid dan bisa digunakan untuk bukti menangkap para pencuri BBM subsidi, data validasi BBM tersebut ilegal atau dari mana asalnya, semuanya bisa diakses semua orang yang terkoneksi melalui jaringan IT," ungkapnya.
Namun sampai saat ini tander pengadaan IT tersebut belum dilakukan. "Belum dong, tahun depan, tunggu dananya cair dahulu," cetus Andy.
(rrd/dnl)











































