Pertamina: Stok BBM Nasional Hanya 20 Hari, Itu Tidak Layak

Pertamina: Stok BBM Nasional Hanya 20 Hari, Itu Tidak Layak

- detikFinance
Jumat, 28 Des 2012 10:16 WIB
Pertamina: Stok BBM Nasional Hanya 20 Hari, Itu Tidak Layak
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - PT Pertamina (Persero) diberi kewajiban untuk menyiapkan stok BBM nasional untuk 20 hari. Namun Pertamina mengaku, stok BBM untuk 20 hari tidak layak.

"Stok BBM nasional cukup 20 hari itu sebenarnya nggak layak," kata Vice President Corporate Comunication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir seperti dikutip Jumat (28/12/2012).

Namun, kata Ali, untuk menyediakan stok BBM selalu cukup untuk 20 hari cukup berat bagi Pertamina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi untuk cukup 20 hari saja cukup berat juga, kita harus menyediakan dana Rp 26 triliun, karena kebutuhan per hari BBM nasional mencapai 1,3 juta kiloliter (KL)," ucap Ali.

Dikatakan Ali juga, saat ini tidak ada perusahaan atau badan usaha yang bertugas menjaga stok BBM nasional seperti Pertamina. "Mana ada badan usaha lain yang harus menjaga stok BBM nasional," tukas Ali.

Sebelumnya Wakil Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengungkapkan stok BBM nasional selama 20 hari sangat rentan.

"Sangat rentan kalau hanya 20 hari terutama kalau terjadi bencana alam atau bahkan perang, contoh saat Jepang diterjang Tsunami awal 2011 lalu, ketahanan energinya masih aman karena Jepang punya stok BBM cukup selama 6 bulan. Kita? Jakarta saja cuma punya stok 3 hari saja, kalau ada apa-apa misal pipa minyak di Balongan meledak, bisa bahaya," ungkapnya.

Jadi sudah seharusnya, penyediaan stok BBM nasional itu dilakukan Pemerintah sendiri, salah satunya biarkan BPH Migas yang melakukannya karena memang sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

"Penyediaan stok BBM nasional itu harusnya kewenangan BPH Migas, tapi sampai saat ini masih dilakukan Pertamina melalui impor minyak yang dilakukan anak perusahaan Pertamina yakni Petral yang berkedudukan di Singapura," tandas Fanshurullah.


(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads