"Silakan saja," kata Vice Presiden Corporate Comunication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir di Jakarta, Jumat (28/12/2012).
Menurut Ali, selama ini Pertamina harus menyiapkan dana Rp 26 triliun untuk menjaga stok BBM nasional untuk selalu cukup selama 20 hari. "Kalau kewajiban tersebut mau diambil alih ke BPH Migas ya silahkan saja, kita lihat ke depan bagaimana implementasinya," ucap Ali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Wakil Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa mengatakan harusnya penyediaan stok BBM nasional dilakukan oleh negara yaitu melalui BPH Migas, bukannyaa dilakukan oleh badan usaha seperti Pertamina.
"Apalagi penyediaan stok BBM nasional hanya bisa dilakukan selama 20 hari, tentunya ini rentan jika terjadi bencana alam atau perang, harusnya minimal stok BBM dijaga hingga 3 bulan, bahkan bagusnya bisa sampai 6 bulan seperti negara Eropa, Amerika dan Jepang," ucap Fanshurullah.
(rrd/hen)











































