"Negara maju bisa punya cadangan BBM hingga 6 bulan lamanya karena jual BBM ke rakyatnya Rp 15.000-Rp 20.000 per liter," kata Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini di Jakarta, Senin (7/1/2013).
Tingginya harga BBM yang dijual membuat negara-negara maju tersebut mempunyai tabungan yang banyak. Tabungan tersebut, ujar Rudi, tidak hanya bisa membiayai pembangunan, tetapi juga bisa 'ditabung' untuk cadangan BBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bandingkan dengan Indonesia yang menjual BBM ke rakyatnya sangat murah sekali Rp 4.500 per liter, sementara untuk memenuhi kebutuhan BBM rakyatnya Indonesia harus impor.
"Dengan harga BBM yang terlampau murah dan disubsidi oleh negara, jangankan mau menambah cadangan, punya 21 hari cadangan BBM saja sudah syukur," ujar Rudi.
"Jangankan kita punya tabungan BBM yang banyak, pendapatan dari migas yang Rp 360 triliun itu diambil untuk subsidi Rp 270 triliun, jadi semua capek-capek kita semua bor sumur muda atau tua, sudah dapat uangnya terus dibakar lewat SPBU, sayangkan," cetus Rudi.
(rrd/dnl)











































